posts in Bahasa Indonesia

Show all posts in Bahasa Indonesia, my native tongue

  • Citra seorang astronom lekat dengan bintang dan begadang. Kalau tidak bintang, planet. Orang sering bertanya kepada saya, “Sudah ketemu bintang baru belum?” Atau planet, “Sudah menemukan planet baru belum?” Hal lain yang melekat dengan astronom: teleskop (optik). “Wah kamu kebanyakan ngintip sih!” juga digunakan sebagai celaan. Tulisan ini bermaksud menjelaskan bahwa pekerjaan seorang astronom sudah

    Read more →

  • Selama saya menempuh program doktoral di Belanda, saya sering bilang kalau saya sedang di kantor, harus ngantor, sebentar lagi gajian, dan ungkapan-ungkapan sebangsanya yang mengimplikasikan bahwa sedang bekerja sebagaimana layaknya pegawai kantoran. Atas pernyataan-pernyataan ini jawabannya seringkali, “Oooh kamu kerja sambilan?” Atau “Kok ngantor melulu kapan kuliahnya, katanya PhD?” Reaksi ini pada prinsipnya wajar-wajar saja

    Read more →

  • Sewaktu saya diterima sekolah S2 di Observatorium Leiden, saya bertanya kepada penasihat akademik mahasiswa S2—waktu itu Rudolf Poole—apakah ada yang perlu saya siapkan sebelum mulai belajar. Rudolf menjawab supaya melihat-lihat daftar mata kuliah yang akan ditawarkan setahun ke depan namun jangan membuat rencana yang definitif dahulu. Jawaban yang santai ini agak mengagetkan saya karena biasanya

    Read more →

  • Kembali melanjutkan post terdahulu mengenai pencarian program Doktoral. Kira-kira April 2008, setelah saya merampungkan hampir semua kuliah wajib dalam program master (termasuk Teori Kuantum yang menjadi momok bagi saya), saya mulai mencari-cari program PhD. Sudah wajar rupanya di Eropa, mahasiswa S2 yang hampir merampungkan programnya sudah bisa mulai mencari program PhD. Sudah jamak di sini,

    Read more →

  • Besok tanggal 1 September, persis dua tahun lalu saya memulai studi PhD. Kebetulan 1 September 2008 jatuh pada hari Senin, jadi hari dan tanggalnya nyaman sekali untuk memulai pekerjaan baru. Pagi itu, sekitar pukul 9.30 saya tiba di Nikhef, kantor saya untuk (mudah-mudahan) empat tahun ke depan. Saya masuk ke kantor Maarten, bos dan promotor

    Read more →

  • Empat tahun lalu

    Tanggal 27 Agustus selalu menjadi tanggal penting bagi saya karena pada tanggal itu, tahun 2006, dalam usia seperempat abad, saya tiba di Negeri Belanda untuk melanjutkan pendidikan astronomi saya. Pada bulan Februari 2006, saya telah mempertahankan skripsi saya dan berhak menyandang gelar Sarjana Sains (S.Si). Satu bulan berikutnya saya diwisuda bersama ratusan (ribuan?) mahasiswa ITB

    Read more →

  • Inilah stereotipe yang paling banyak dianggap orang sebagai benar, sehingga kalau saya mau membahasnya maka harus dibahas dalam posting tersendiri. Hari ini hari terakhir saya di Perancis, besok pagi piket saya sudah berakhir dan siangnya saya akan berangkat pulang ke Belanda. Bisa jadi ini post terakhir saya soal Perancis. Stereotipe keengganan orang Perancis untuk berbicara

    Read more →

  • Suatu waktu saya dan seorang teman sedang berjalan di kota Leiden menuju Stasiun Kereta. Ada orang Belanda menghampiri kami sambil menyodorkan pamflet seraya berkata, “Goedemiddag, bent u geïnteresseerd in het woord van God?” (Selamat siang, tertarikkah kalian dengan sabda Tuhan?). Karena sibuk ngobrol kami tidak terlalu ngeh dengan apa yang ia ucapkan, teman saya lalu

    Read more →

  • Makan siang Perancis

    Pada hari pertama piket ANTARES di La Seyne kami berusaha me-reboot sebuah kamera dasar laut yang mati. Kamera ini gunanya untuk mengamati bioluminescence atau cahaya alami yang dihasilkan oleh kehidupan (dalam hal ini, kehidupan dasar laut). ANTARES juga adalah sebuah kolaborasi ilmiah dengan ahli biologi laut. Untuk melakukan reboot, kami harus mematikan sambungan listrik yang

    Read more →

  • Mumpung masih di Perancis saya akan melanjutkan soal stereotipe orang Perancis. Saya selalu berhati-hati pada stereotipe karena ini adalah penggambaran suatu grup yang terdiri atas individu-individu yang punya watak berbeda. Tidak ada dua orang yang sama persis bahkan saudara kembar sekalipun, oleh karena itu penggambaran terhadap sekelompok orang (dalam hal ini misalnya orang Perancis) yang

    Read more →