Kapten Jean-Luc Picard dalam serial televisi Star Trek: The Next Generation (TNG) diperankan dengan hebat sekali oleh aktor Patrick Stewart. Karisma, ketegasan, dan intelektualitas Kapten Picard benar-benar mewujud melalui penampilan Patrick Stewart, sehingga sulit sekali membayangkan sosok Picard diperankan aktor lain. Akan tetapi, dalam masa-masa pra-produksi TNG, Patrick Stewart bukanlah pilihan pertama untuk memerankan sang kapten yang awalnya juga diberi nama Julien Picard.

Dari buku Star Trek: The Next Generation Companion oleh Larry Nemecek, berikut adalah memo panggilan pemeran yang dikirimkan ke agen-agen pencari bakat:

CAPT. Julien Picard – A Caucasian man in his 50s who is very youthful and in prime physical condition. Born in Paris, his Gallic accent appears when deep emotions are triggered. He is definitely a ‘romantic’ and believes strongly in concepts like honor and duty. Capt. Picard commands the Enterprise. He should have a mid-Atlantic accent, and a wonderfully rich speaking voice.

Dari penggambaran ini tampak kesan bahwa yang dicari adalah seseorang yang “tampak” Perancis dan juga “terdengar” Perancis. Saya pernah membaca, tapi lupa sumbernya, bahwa mereka mencari seseorang yang kira-kira mirip aktor Perancis Gérard Depardieu.

Aktor Patrick Bauchau dalam film James Bond A View to a Kill (1985).

Ada banyak aktor yang dipertimbangkan untuk memerankan Picard dan diundang audisi, namun selain Stewart ada satu lagi yang cukup favorit yaitu aktor Belgia Patrick Bauchau. Sebagai seorang aktor yang meniti karier aktingnya dalam sinema Perancis Gelombang Baru, saya bisa membayangkan mengapa Patrick Bauchau menjadi favorit: secara tampang dan suara dia sudah cukup Perancis. Foto di samping adalah Bauchau sewaktu berakting dalam film James Bond A View to a Kill (1985). Terlebih lagi, Bauchau merupakan pilihan pertama Gene Roddenberry.

Patrick Stewart muncul ke dalam radar para produser TNG ketika Bob Justman, salah seorang produser TNG (dan juga serial pertama Star Trek) dan tangan-kanan Gene Roddenberry semenjak jaman Star Trek TOS, menonton Patrick Stewart mentas membaca drama Shakespeare di kampus UCLA. Bob Justman dan istrinya menonton dan ketika Patrick Stewart mentas, ia begitu terpukau dengan pembacaan Patrick dan berbisik kepada istrinya, “Kayaknya aku udah nemu Kapten baru kita!” Besoknya ia langsung mencari tahu siapa agen Patrick Stewart di Los Angeles (pada waktu itu Stewart masih tinggal di Inggris dan hanya sementara berada di Amerika untuk pementasan UCLA itu) dan mengundang Stewart untuk menemui Gene Roddenberry. Selesai pertemuan itu, Roddenberry menolak Stewart dan berkata, “Ya Tuhan, Bob, aku gak mau orang botak.”

Rick Berman, salah seorang produser lain (Rick Berman kemudian mewarisi waralaba Star Trek pasca meninggalnya Gene Roddenberry), juga sudah bertemu Patrick Stewart dan sangat terkesan. Berdua bersama Bob Justman, mereka kemudian berusaha mewakinkan Gene Roddenberry yang terkenal keras kepala. Gene Roddenberry sudah bersikukuh bahwa dalam visinya Kapten Picard adalah seorang Perancis yang berbulu lebat dan tidak botak. Namun Rick Berman dan Bob Justman terus meyakinkan siapapun di sekitar Roddenberry. Mereka mengundang aktor dari berbagai negara untuk audisi di hadapan Roddenberry, para produser, dan casting director, hingga orang terakhir datang, membaca naskah, lalu pergi, dan akhirnya Roddenberry berkata, “Oke deh, saya setuju dengan Patrick [Stewart],” dan demikianlah Patrick Stewart dipilih untuk memerankan Kapten Picard dalam TNG.

Akan tetapi, persetujuan Gene Roddenbery memiliki syarat bahwa Patrick harus memakai rambut palsu untuk audisi final. Patrick Stewart sudah mengalami kebotakan semenjak usia 19 tahun, dan kepalanya yang plontos itu sudah menjadi ciri khasnya, namun ia tetap memesan rambut palsu dari pembuat wig terbaik di Inggris lalu mengirimnya ke Amerika. Dalam audisi final, salah seorang produser dan juga eksekutif televisi, John Pike, memberikan saran penting: “Tinggalkan wig itu.” Tiga kata terbaik yang bisa kami dengar, ingat Rick Berman.

Gene Roddenberry masih belum sepenuhnya mendukung pemilihan Patrick Stewart sebagai pemeran Kapten Picard, namun ia tetap mengutarakan dukungannya pada Stewart dalam konferensi pers pertama yang dihadiri bersama Patrick Stewart. Seorang wartawan bertanya pada Gene Roddenbery mengapa Kapten Picard botak, bukankah di abad ke-24 seharusnya kebotakan sudah bisa disembuhkan. Gene Roddenberry menjawab, “di abad ke-24 sudah tidak ada yang peduli kalau kamu botak.” Saya pikir, inilah salah satu kelebihan Gene Roddenberry. Walaupun kebotakan Patrick Stewart adalah alasan mengapa ia  masih tetap tak sepenuh hati dengan dipilihnya Stewart sebagai pemeran Picard, namun ia masih bisa melihat bagaimana kebotakan Picard bisa tetap sejalan dan konsisten dengan visinya yang optimis mengenai masa depan kemanusiaan.

Selanjutnya, sebagaimana sudah kita ketahui, adalah sejarah… setelah dua season pertama yang kurang bagus, TNG melejit menjadi salah satu program televisi terbaik dan banyak yang mengakui bahwa sebagian besar adalah karena penampilan Patrick Stewart sebagai Kapten Jean-Luc Picard. Bahkan dalam episode-episode terburuk TNG, Patrick Stewart tetap berakting gemilang.

Seandainya sejarah berubah dan Patrick Bauchau yang pada akhirnya dipilih untuk memerankan Kapten Picard, apakah TNG tetap akan menjadi serial yang sukses? Kita mungkin tidak akan pernah bisa tahu, akan tetapi boleh jadi Bauchau akan menjadikan Picard lebih Perancis dari yang bisa dibawakan Patrick Stewart: Boleh jadi Picard yang diperankan Bauchau akan lebih sering minum anggur (bukan Teh Earl Grey yang sangat Inggris), membaca karya-karya sastrawan Perancis ketimbang Shakespeare, dan tentunya akan berbicara dengan aksen Perancis-Belgia ketimbang aksen Inggris. Tapi ya begitulah ini hanya andai-andai belaka.

Written by Tri L. Astraatmadja

After living for 10 years in Europe as a Master's student, PhD researcher, and a postdoc, in 2016 Tri L. Astraatmadja moved on to the United States for a second postdoctoral appointment at the Department of Terrestrial Magnetism, Carnegie Institution for Science, Washington DC. He is now in his third postdoc at the Space Telescope Science Institute in Baltimore, MD.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: