Malam-malam di Observatorium Leiden. Sedang kerja lembur. Tau-tau masuk Huub Röttgering, dosen dan peneliti Observatorium. “Kamu punya pulpen gak?” Gout bongkar-bongkarlah meja gout yang berantakan, lalu menyerahkan pulpen ekstra warna biru. “Pinjem yah,” kata Huub lalu ngeloyor balik ke ruang kantornya yang letaknya satu gang dengan ruang kantor gout. Hmmm… apa di kantornya gak ada pulpen?
Itu berbulan-bulan lalu. Tadi malam kerja lembur lagi lalu tau-tau Huub masuk kantor gout lagi. “Eh, kamu punya 20 sen gak? Mau ngopi nih.” Gout bongkar lagi isi dompet dan memberi dia 20 sen. Harga secangkir kopi memang 20 sen. Itu di mesin kopi yang ada di common roomnya Observatorium. Di tempat lain 50 sen. Huub kembali ngeloyor ke mesin kopi.
Gak pernah terjadi kan di Indonesia, dosen minjem pulpen dan (apalagi) minta duit sama mahasiswa? Hehehehehe…
Sebenernya sih ini karena kami berdua sering kerja sampe malam, dan kalau malam di kantor sudah gak ada siapa-siapa kecuali segelintir manusia-manusia yang hobi lembur…
N.B. Sampai hari ini pulpennya belum dikembalikan tuh. Gak tau deh apakah uangnya balik juga atau enggak, hehehehe…

Leave a reply to Tiwi Cancel reply