Malam-malam di Observatorium Leiden. Sedang kerja lembur. Tau-tau masuk Huub Röttgering, dosen dan peneliti Observatorium. “Kamu punya pulpen gak?” Gout bongkar-bongkarlah meja gout yang berantakan, lalu menyerahkan pulpen ekstra warna biru. “Pinjem yah,” kata Huub lalu ngeloyor balik ke ruang kantornya yang letaknya satu gang dengan ruang kantor gout. Hmmm… apa di kantornya gak ada pulpen?

Itu berbulan-bulan lalu. Tadi malam kerja lembur lagi lalu tau-tau Huub masuk kantor gout lagi. “Eh, kamu punya 20 sen gak? Mau ngopi nih.” Gout bongkar lagi isi dompet dan memberi dia 20 sen. Harga secangkir kopi memang 20 sen. Itu di mesin kopi yang ada di common roomnya Observatorium. Di tempat lain 50 sen. Huub kembali ngeloyor ke mesin kopi.

Gak pernah terjadi kan di Indonesia, dosen minjem pulpen dan (apalagi) minta duit sama mahasiswa? Hehehehehe…

Sebenernya sih ini karena kami berdua sering kerja sampe malam, dan kalau malam di kantor sudah gak ada siapa-siapa kecuali segelintir manusia-manusia yang hobi lembur…

N.B. Sampai hari ini pulpennya belum dikembalikan tuh. Gak tau deh apakah uangnya balik juga atau enggak, hehehehe…

Written by Tri L. Astraatmadja

After living for 10 years in Europe as a Master's student, PhD researcher, and a postdoc, in 2016 Tri L. Astraatmadja moved on to the United States for a second postdoctoral appointment at the Department of Terrestrial Magnetism, Carnegie Institution for Science, Washington DC. He is now in his third postdoc at the Space Telescope Science Institute in Baltimore, MD.

8 comments

  1. mending deh tri dipalakin gitu terang2an ktimbang guru2 gue jaman masih sd-sma.. dateng ke rumah banyak omong soal si ini kecelakaan si itu ginilah.. trus soal natal sebaiknya murid ngunjungin guru n bawa kue lah.. lebaran kudu silaturahmi n saling memberilah. hayah banyak deh manis2nya ujung2nya minta duit ……….

  2. Hehehehe memang iya sih, jelas kalau di Indonesia ya motivasinya ekonomi. Kalau di sini sih pragmatis aja soalnya kebetulan aja doski lagi gak ada uang kecil :p Soal pinjem pulpen juga begitu.

    Kalo gw sih ya kocak aja ada dosen minta uang kecil sama mahasiswa, hehehehe… gak ada jaim2nya gitu looohhh…

    Itulah yang gw suka di sini, suasananya lebih informal dan rileks, enggak feodal kayak di kebanyakan kampus-kampus Indonesia. Dosen kagak jaim dan gak malu minjem pulpen sama mahasiswa atau malak duit (in a good way, maksudnya :p)

  3. Hey, jadi ingat. Pulpen lu warna hijau, yang pas di Leiden gua pinjam, masih ada di gua. Wah, jangan sampe lu jadi gak punya pulpen sama sekali gara2 orang2 seperti gua maupun dosen lu itu, huekekek…

  4. Di indonesia mah banyaknya mahasiswa yang dipalakin…
    Tapi ada tuh dosen yang nggak jaim Tri… Aku malam-malam makan nasgor bareng dia di Balubur…

  5. lho, di universitas negeri ternama di pulau jawa aja ada dosen yang minta oleh2, duit, atau printer untuk mendongkrak nilai ujian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: