Jebakan Batman!Jebakan Batman sang profesor! Awas hati-hati! Ceritanya begini, suatu hari ada e-mail dari seorang Profesor Fisika yang baru saja dikukuhkan. Semester lalu dia membuka kuliah baru tentang Astropartikel, aku datang dan dapat 8 untuk kuliahnya (ya terang dong, kuliahnya open-book sih :D). Lalu seluruh mahasiswanya yang mengikuti kuliah tersebut diundang untuk menghadiri pidato pengukuhannya sebagai guru besar. Aku satu-satunya mahasiswanya yang datang hadir, lalu harus duduk diam pula mendengarkan pidatonya yang berbahasa Belanda, wah susah banget memahaminya (menerjemahkan doang sih lumayan). Setelah pidato pengukuhan ada acara minum-minum informal dan aku kasih selamat lalu dia bilang, “Wah saya ingat kamu! Terima kasih atas kedatangannya, mudah-mudahan kamu menikmati pidatonya.”
“Ya lumayan, Bahasa Belanda saya masih gado-gado tapi saya bisa mengerti sedikit-sedikit. Menarik sekali” (basa-basi banget! Sudahlah, orang Indonesia memang paling jago basa-basi karena sepanjang hari harus begitu :p)
“Kirim e-mail ya kapan-kapan tentang perkembangan studi kamu, saya mau dengar bagaimana ceritanya.”
“Gitu deh. Saya sedang mengerjakan thesis dan sebentar lagi lulus. Saya sedang mencari PhD sekarang.”
“Then you should definitely send me an e-mail.”
“Okay,”
jawabku.

Selang beberapa hari kemudian muncul e-mail darinya tentang tawaran PhD dari institutnya, NIKHEF (Institut Fisika Energi Tinggi), tentang proyek pembangunan teleskop neutrino di dasar Laut Tengah. Neutrino adalah salah satu partikel dasar yang misterius. Ukurannya sebesar elektron, namun tidak memiliki muatan listrik. Akibatnya, partikel ini tidak banyak berinteraksi dengan materi-materi lain dan sangat sulit dideteksi. Semenjak tahun 1960an, banyak detektor telah dibangun di bawah tanah untuk dapat mendeteksi partikel misterius ini. Proyek Teleskop Antares adalah proyek terbaru yang mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan yang masih menggantung mengenai Neutrino. Profesor ini rupanya terlibat dalam proyek ini dan membutuhkan beberapa mahasiswa PhD untuk mengerjakan data yang sudah mulai masuk.

Impresi Tiga Dimensi Teleskop AntaresProyek ini menarik dan aku tentu saja tertarik untuk mendaftar. Setelah tanya kiri-kanan dan minta saran orang-orang, aku mulai baca-baca proposal asli proyeknya lalu akhirnya memutuskan untuk mendaftar. Si profesor bilang, kirimkan saja CV dan/atau bikin janji untuk mengunjungi NIKHEF. Kuturuti perkataannya lalu berkata, “I’m in. Here is my CV,” sambil melampirkan CV-ku. Profesor NIKHEF lain yang kukonsultasikan menganjurkan agar aku mengunjungi NIKHEF agar jelas semua pertanyaanku tentang proyek tersebut. Gayung itupun kusambut, “Bagaimana kalau bulan depan saya ke NIKHEF? Setelah tanggal 9 Mei saya kosong,” tulisku dalam e-mail kepada si Profesor. Beberapa hari kemudian datanglah e-mail darinya. “Tri, terima kasih atas e-mailmu. Nanti kamu saya akan kontak lagi setelah tanggal 9 Mei ya. Sudah menjadi tradisi bahwa seorang kandidat PhD harus mempresentasikan proyek riset thesisnya di hadapan fisikawan-fisikawan di sini. Kamu siapkan presentasi powerpoint ya barang 15 menit. Setelah presentasi kamu bisa tanya-tanya apa saja.” DOEEENGGGG…. si Profesor bikin jebakan Batman! Kupikir kunjungan ini hanya akan jadi kunjungan ramah-tamah di mana obrolannya yang ringan-ringan saja. Gak taunya kudu presentasi! Rupa-rupanya dengan mengirimkan CV aku sudah resmi jadi kandidat PhD dan harus mengikuti “tradisi” yang ada.

Ya begitulah, sarung tangan besi sudah dilempar ke arena, tantangan sudah dilempar, ya harus dijawab. Riset masterku sepertinya belum setengah jalan dan malu juga kalau dipresentasikan sekarang. Barangkali mereka tertarik mendengarkan presentasiku tentang cara-cara mendeteksi bintang hipercepat…?
Batman in Black and White

Update 8 September 2010
Tulisan ini adalah bagian pertama dari sebuah trilogi yang saya namakan “Trilogi Pencarian PhD”:

Written by Tri L. Astraatmadja

After living for 10 years in Europe as a Master's student, PhD researcher, and a postdoc, in 2016 Tri L. Astraatmadja moved on to the United States for a second postdoctoral appointment at the Department of Terrestrial Magnetism, Carnegie Institution for Science, Washington DC. He is now in his third postdoc at the Space Telescope Science Institute in Baltimore, MD.

12 comments

  1. Selamat berjuang bung 🙂 sukses dengan presentasi dan proses selanjutnya. Benar-benar “miniatur” dalam proses menjadi faculty sebuah university 🙂

    Wah nanti bersaing dengan AMANDA (berubah menjadi IceCube), NESTOR, KATRIN dll

  2. ehMm…
    bisa kasih tahu informasi lebih banyak tantang ‘antares’
    “sang bintang scorpio”??

  3. Wah Tri, pintu sudah terbuka. Tantangan sudah dilempar dan perlu dijawab!
    Saya harap kemenangan padamu.
    Salam.

  4. hahaha, jangan kalah sama wong-wong sono, tunjukkan, dengan bahan bakar nasi pecel dan berton-ton kopi, kamu bisa!!

  5. Wah Tri,,Good luck ya menaklukan jebakan batmanya
    sapa tau emang ini jalanya dpt PhD gretongan di sono
    wakakakakakak
    btw banyak org di sini yg nanyain lo tuh
    si achiel kemaren pulang tugas dari kalimantan n kita sempet kongkow bareng n dia nanyain lo deh.
    SO,,bang toyib,,kapan ada rencana pulang?
    kyknya beneran dah 3 kali puasa 3 kali lebaran deh lo ga pulang2
    wakakakakakaka
    good luck bro

  6. wah hebat…….
    klo boleh saya kasih tipsnya ya…….
    soale aku juga mau ngejar PHD juga
    aku jg anak fisika juga.
    tlong kasih tipsnya
    trimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: