Pada suatu hari di blog ini muncullah sebuah komentar dari seseorang yang mengaku bernama Idetrorce:

very interesting, but I don’t agree with you
Idetrorce

Gak ada link yang dia berikan, baik melalui namanya maupun di dalam isi komentarnya, jadi kemungkinan ini bukan spammer karena ciri-ciri utama spammer adalah memberikan link ke situs-situs yang dia ingin agar orang datang. Itu pula sebabnya mengapa Akismet, penjaga gawang blog ini dari spam, meloloskan komentar orang ini.

Hari berlalu, komentar itu terlupakan. Aku pikir, ah ini siapa sih orang iseng mau ngajak berdebat tapi kok gak kasih argumentasi, ya sudah lah. Eh kemarin, iseng-iseng aku main ke blog Sunggieng, kakak kelasku di Departemen Astronomi yang kini bekerja di LAPAN (NASA-nya Indonesia, hehehehe…). Liat-liat artikel, eh tau-tau di salah satu artikel doski ada juga komentar dari Idetrorce si misterius ini! Sama persis banget. Aku jadi kepikiran, ini siapa sih orang yang iseng banget?

Langsung deh langkah pertama aku tanya Si Oom Google, barangkali ada orang-orang lain yang mengalami nasib serupa. Wow, sudah ada 511 000 entri! Idetrorce benar-benar sudah melanglang ke mana-mana! Di antara komentar-komentar yang diberikan Idetrorce sendiri, hit-hit paling atas yang diberikan Oom Google juga adalah situs-situs yang menerima komentar serupa dan mulai mempertanyakan identitas dan motivasi si Idetrorce ini. Chris Cameron yang mengklaim sebagai orang pertama yang menyebarkan pertanyaan mengenai identitas si Idetrorce juga menulis entri digg mengenai topik serupa. Hingga post ini ditulis belum ada petunjuk yang jelas mengenai identitas Idetrorce. Pemeriksaan alamat IP melalui whois (ada di komentar pada post Chris dan artikel Digg) menunjukkan bahwa IP si Idetrorce terus berganti-ganti, memberikan indikasi kalau dia kemungkinan adalah bot atau virus. Bisa jadi pula dia adalah orang yang sering banget bepergian, hehehehe… Orang lain mengatakan bahwa mungkin dia adalah bot atau seseorang yang kesepian dan murung…atau mungkin dua-duanya.

Siapapun dia, Idetrorce punya cara yang unik untuk menarik perhatian orang. Cara-cara yang konvensional untuk spamming adalah dengan bilang, “hey, nice sites! Thanks!” lalu sekonyong-konyong memberikan segambreng taut-taut yang tak berguna. Akismet dengan mudah akan mengenali komentar-komentar semacam ini sebagai spam dan tidak akan memuat komentar tersebut. Idetrorce caranya lain. Dia tidak memberikan taut apapun, dan justru memposisikan diri sebagai seseorang yang tidak setuju. Seolah-olah dia telah membaca post kita dengan seksama lalu memprovokasi kita untuk diskusi (Jujur, aku sempat terprovokasi untuk komentar balik. Ada juga yang menjawab loh komentar si Idetrorce, misalnya ini). Laura yang senang menerima komentar pada blognya (persoalan ego katanya, sama seperti aku, hehehehe…) berkomentar bahwa sikap Idetrorce yang selalui tak setuju ini kayak orang ngajak berantem di bar karena dia lagi gak ada kerjaan.

Tapi sikap unik Idetrorce yang menarik perhatian ini justru jadi paradoksal kalau seandainya ia memang berniat spamming, yaitu karena ciri-ciri paling wajib dari spammer adalah memberikan taut untuk dituju. Loh ini kok gak ada? Lantas apa motivasinya dong? Apakah dia seorang artis internet, seperti Banksy si artis jalanan? Atau seperti kata Laura, Idetrorce adalah seorang penulis graffiti internet yang hanya sekadar menuliskan, “Idetrorce was here”, sebagaimana kita sering menuliskannya dengan cutter di meja-meja sekolah? Chris Cameron dengan gaya kocaknya menduga kemunculan Idetrorce adalah tanda-tanda turunnya kembali Yesus di Bumi, atau mungkin usaha Hitler untuk merebut kembali planet ini, hehehehe…

Yah, bisa jadi Idetrorce cuma spam belaka. Mereka yang rada paranoid mungkin melihat ini sebagai sebuah pembukaan untuk sesuatu yang lebih besar (sebuah spam campaign besar-besaran?) dan menganjurkan agar komentar-komentar Idetrorce dihapus saja.

Aku sendiri sih tidak akan menghapus komentar dari Idetrorce ini, entahlah nanti apa yang akan terjadi. Yah hitung-hitung ini adalah kenang-kenangan dari sebuah pengalaman blogging.

Written by Tri L. Astraatmadja

After living for 10 years in Europe as a Master's student, PhD researcher, and a postdoc, in 2016 Tri L. Astraatmadja moved on to the United States for a second postdoctoral appointment at the Department of Terrestrial Magnetism, Carnegie Institution for Science, Washington DC. He is now in his third postdoc at the Space Telescope Science Institute in Baltimore, MD.

8 comments

  1. sempet2nya mikirin si idetrorce tri .. at first sih gw pikir, some sort of spam, tapi kok emang gak ninggalin trace url or whatsoever, jd pada akhirnya gw biarin ajah, consider aja sebagai suatu anomali dalam sistem yg besar, suatu glitch, seperti Neo di Matrix, tapi tanpa suatu purpose. Or is there a purpose?

    saat ini, gw lebih prefer utk dkdcdu – don’t know don’t care don’t understand .. 😀

  2. Misterius pisan banksy, tapi karyanya mahal bro!
    Yang lucu kadnag dengan plosnya perugas kebersihan mencat ulang karya banksy. ilang deh tuh karya mahal 😀

  3. hehehehe, jujur ajah saya baru tau tuh klo si idetrorce merupakan the fucking spammer, awalnya saya kira komen idetrorce yg di blog saya emang beneran makhluk, thanks buat infonya 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: